Pemurnian senyawa dilakukan untuk melihat senyawa yang lebih spesifik, untuk perlakuannya harus mempertimbangkan metode apa yang digunakan agar senyawa tidak teroksidasi selama prosesnya. Berikut adalah contoh pemisahan dan pemurnian dari tanaman brokoli untuk senyawa sulforophane
Pada proses purifikasi Senyawa hasil isolasi kemudian dicek
BalasHapuskemurniannya menggunakan KLT
pada fase diam silika GF254 dan
dengan fase gerak kloroform.
Hasilnya dikeringkan lalu ditimbang
bobotnya. Mengapa dilakukan penimbangan bobot pada hasil yang dikeringkan? dan untuk proses pengecekan agar kita yakin pemurnian sudah benar selain dengan metode klt itu didasarkan oleh fase gerak kromofor bagaiman kita bisa membuktika lagi bahwa pemisahan akhir klt ini sudah benar benar murni terbebas dari zat pengotor?
Penimbangan bobot pada hasil yang dikeringkan dilakukan untuk menentukan jumlah senyawa hasil isolasi yang diperoleh setelah proses purifikasi. Dalam proses purifikasi, senyawa dapat kehilangan beberapa komponen seperti air atau pelarut, sehingga penimbangan bobot pada hasil yang dikeringkan dapat memberikan estimasi yang lebih akurat mengenai jumlah senyawa yang diperoleh.
HapusSelain dengan metode KLT, untuk memastikan pemurnian sudah benar dan senyawa yang diperoleh sudah murni, dapat dilakukan analisis dengan metode lain seperti spektrofotometri UV-Vis, Kromatografi Gas (GC), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC), spektroskopi inframerah (FTIR), dan analisis massa (MS). Dalam analisis tersebut, senyawa hasil isolasi dibandingkan dengan senyawa standar atau spektrum yang telah diketahui untuk memastikan kemurniannya.
Selain itu, penggunaan fase gerak kromofor pada KLT digunakan untuk memisahkan senyawa berdasarkan polaritasnya. Namun, untuk memastikan kemurnian senyawa, selain dilihat dari pola pemisahan yang diperoleh dari KLT, juga dapat dilakukan analisis pada berbagai metode yang telah disebutkan sebelumnya. Penggunaan beberapa metode analisis yang berbeda dapat membantu memastikan kemurnian senyawa dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan dalam analisis.